PSDA Post #6: Visioner

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya…”

Kalimat di atas tentu sudah tidak asing di telinga kita. Ya, penggalan lirik lagu yang sempat viral beberapa tahun lalu itu memang memiliki makna yang cukup mendalam namun disampaikan melalui bahasa yang ringan. Lagu yang dibawakan oleh grup band Nidji berjudul Laskar Pelangi tersebut seolah mengajak semua pendengar untuk bermimpi. Katanya, mimpi adalah kunci untuk menaklukan dunia. Bagaimana bisa?

Mimpi berkaitan erat dengan visioner. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, visioner artinya orang yang memiliki khayalan atau wawasan ke depan. Banyak orang yang sering mengolok-olok mereka yang bermimpi. Mimpi masih dipandang sebelah mata, dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak mungkin terjadi. Padahal, banyak penemuan hebat yang diawali dengan mimpi. Ada orang yang bermimpi untuk bisa terbang, maka terciptalah pesawat sehingga mempersingkat durasi perjalanan jarak jauh. Ada orang yang bermimpi untuk mengabadikan momen, terciptalah kamera yang membantu menyimpan kenangan dalam bentuk gambar maupun gambar bergerak. Contoh-contoh tersebut hanyalah bukti kecil bahwa mimpi nyatanya dapat mengubah kehidupan.

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang takut untuk bermimpi. Mereka tidak memiliki keinginan untuk memajukan hidupnya, minimal untuk dirinya sendiri. Mimpi dianggap sebagai sesuatu yang tabu, bermimpi dianggap buang-buang waktu. Hasilnya? Jangan heran kalau kita menemukan orang-orang yang hidupnya mengalir apa adanya, tidak berusaha untuk mendapat capaian tertentu. Dalihnya, mereka mencoba untuk menerima apapun yang diberikan oleh Tuhan, bersyukur dan tidak mengharapkan yang lebih serta merasa cukup dengan apa yang didapatkan. Tak jarang, mereka menjalani hidup sekenanya karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Orang-orang seperti ini akan sulit untuk berkembang dan mungkin perlahan akan tergerus oleh zaman. Tidak ada yang salah dengan tidak bermimpi, tapi untuk apa hidup bila tidak ada yang dikejar?

Orang yang tidak memiliki mimpi maka hidupnya akan berlalu begitu saja. Tidak ada keinginan untuk menaikkan kualitas hidup. Berbeda apabila ada sesuatu yang ingin diraih, pasti akan terus berproses dalam menggapainya. Kebanyakan mahasiswa tentu memiliki mimpi, setidaknya untuk menyelesaikan studi. Orang yang visioner paham betul bahwa jika dirinya memiliki mimpi untuk menyelesaikan studi maka setiap langkah dalam hidupnya akan menunjang pencapaian tersebut. Bagaimana dengan orang yang bermimpi untuk lulus tapi tidak pernah menghadiri kelas, tidak pernah mengerjakan tugas, bahkan ujian pun dilewatkan begitu saja? Mungkin saja dia secara tidak sadar memiliki mimpi yang lain, kemungkinan lain adalah barangkali dia bukan seorang visioner.

Bermimpilah, dan buatlah tangga yang nyata untuk mencapai mimpi tersebut. Tak usah terkejut bila hidupmu kemudian menjadi lebih indah. “The world needs dreamers and the world needs doers. But above all, the world needs dreamers who do” -Sarah Ban Breathnach-

No comments yet

Leave a Comment