Design Methods for 2G/Offline Contents oleh Garen Checkley

Saat mendesain sebuah aplikasi kita selalu berasumsi bahwa internet yang user gunakan selalu terkoneksi. Namun, kenyataannya masih banyak penduduk di negara berkembang yang menggunakan koneksi yang tidak stabil seperti 2G. Di Indonesia sendiri angka pengguna 2G masih 60% – 70% masyarakat Indonesia. Dengan fakta ini, seharusnya kita mulai mempertimbangkan juga koneksi 2G dalam proses desain aplikasi. Namun, bagaimana cara yang tepat untuk mendesain aplikasi dengan konten 2G?

Nah, isu kedua Tech in HMIF bertopik UI/UX ini akan membahas workshop yang diadakan oleh CHiuXiD 2017 yaitu Design Methods for 2G/Offline Contents yang dibawakan oleh Garen Checkley, Co-Founder dari Youtube’s Emerging Market Initiatives.

Output dari workshop ini adalah sebuah desain wireframe dari aplikasi dengan 2G/Offline contents. Berikut adalah tahapan metode desain yang dibawakan oleh Garen:

1. Tentukan sebuah use case

Hal pertama yang dilakukan adalah membuat sebuah use case yang ingin dicapai. Contohnya “I can save my frequent routes” atau “I can share pictures to my friends”. Ingat bahwa use case ini bukan aplikasi apa yang kita buat namun goal apa yang ingin kita selesaikan.

2. Buat wireframe aplikasi yang dapat mencapai use case sebelumnya

Gambar wireframe dari aplikasi yang dapat menyelesaikan use case yang telah didefinisikan sebelumnya. Pada tahap ini kita masih mendesain tanpa mempertimbangkan asumsi apa-apa.

3. Pilih kategori untuk setiap frame yaitu Online/Background/No connection

Pada tahap ini kita harus melingkari salah satu huruf pada tulisan dibawah tiap frame. Online (O) berarti konten dari frame tersebut membutuhkan koneksi internet untuk ditampilkan. Background  (B) berarti konten dari frame dikumpulkan menggunakan koneksi internet pada background activity. No connection (N) berarti konten tidak perlu internet sama sekali atau bisa disebut konten offline.

4. Mendesain ulang wireframe aplikasi dengan mempertimbangkan koneksi 2G

Setelah mengelompokan kategori tiap frame kita dapat mulai mendesain ulang aplikasi kita yang memerlukan koneksi online untuk mengumpulkan konten. Dengan memasukan asumsi bahwa koneksi yang digunakan oleh pengguna adalah 2G, desain aplikasi kita jelas akan berubah bahkan bisa secara drastis. Namun sebelum mendesain ulang, perlu diketahui perbedaan antara koneksi 2G dan koneksi stabil seperti 3G/4G. Berikut beberapa perbedaan yang dapat menjadi pertimbangan dalam proses desain aplikasi.

Setelah melakukan 4 tahap metode desain tersebut, kita telah melakukan proses desain untuk mendapatkan sebuah desain wireframe aplikasi dengan konten 2G/Offline.

Youtube sendiri sudah mengimplementasikan proses desain dengan asumsi koneksi 2G pada aplikasi baru yang sedang mereka kembangkan untuk penduduk India, salah satu emerging country yang penggunaan koneksi 2G-nya masih tinggi. Perbedaan paling mencolok antara Youtube Go dan Youtube adalah fitur “baking” rekomendasi video di homepage dan fitur menyimpan video ke memory ponsel. Dengan fitur ini pengguna tidak perlu menggunakan internet untuk memainkan video yang telah mereka simpan. Youtube Go khusus didesain untuk pengguna yang memiliki koneksi limited dan juga tidak stabil tidak seperti aplikasi Youtube biasanya yang mengharuskan pengguna terkoneksi dengan internet.

Jadi mengapa asumsi koneksi 2G perlu dipertimbangkan dalam proses desain? Koneksi 2G merupakan gateway ke koneksi yang lebih baik pada daerah-daerah yang kurang berkembang. Untuk meningkatkan kualitas koneksi pada daerah-daerah ini diperlukan waktu dan sumber daya yang cukup banyak, apalagi daerah-daerah di Indonesia yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, sebagai pengembang aplikasi yang dapat kita lakukan adalah membuat aplikasi sebaik mungkin sesuai dengan memanfaatkan segala keterbatasan teknologi yang daerah-daerah tersebut miliki selagi pemerintah meningkatkan kualitas koneksi. Aplikasi ini akan menyiapkan penduduk daerah tersebut dalam menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi di kemudian hari.

Oleh: Medinfo

Ref:

CHiuXiD 2017

https://telko.id/4294/kapan-layanan-2g-di-indonesia-di-tutup/

https://www.engineersgarage.com/contribution/difference-between-2g-and-3g-technology

No comments yet

Leave a Comment