Leptons: Smart personal assistant with AI

1issueTIH

Halo semuanya! Akhirnya isu pertama Tech in HMIF yaitu salah satu persembahan dari Fun Publications HMIF terbit juga. Untuk isu ini kali ini topik yang akan dibahas adalah bidang yang sedang sangat populer sekarang yaitu… Artificial Intelligent.

Artificial Intelligent ini sudah merambah ke segala bidang, dari biomedis, industri, lingkungan, pendidikan, pertanian, sampai sosial media yang sehari-hari kita gunakan juga. Menggunakan bantuan AI, berbicara dengan Bot, pun, bisa terasa seperti berbicara dengan manusia asli. Salah satu contoh Bot pintar ini adalah Leptons, sebuah personal assistant yang sedang dikembangkan oleh quarks, tim yang terdiri dari 4 mahasiswa IF ITB 2014.

Pada isu ini kita akan membahas tentang Leptons dan teknologi pembelajaran AI yang digunakan Leptons.

Tentang Leptons

Seperti yang telah diperkenalkan sebelumnya, Leptons adalah sebuah personal assistant berbentuk Bot yang sekarang bisa digunakan pada platform Line. Leptons dikembangkan oleh 4 orang mahasiswa jurusan Informatika ITB angkatan 2014 yaitu Febi Agil Ifdillah, Harry Alvin Waidan Kefas, Muhammad Farhan Majid, dan Kharis Isriyanto.

Awalnya Leptons merupakan sebuah personal assistant pada sosial media bernama quarks, sama dengan nama tim mereka, yang diajukan untuk lomba Dev+. Namun, sosial media quarks masih dalam tahap pengembangan dan Leptons yang telah ready untuk digunakan dialihkan pada platform line bot. 

Fitur-fitur Leptons

Tidak seperti bot biasanya, untuk menggunakan fitur-fitur yang disediakan Leptons kita tidak perlu mengetikan format kata. Kita dapat langsung mengakses fitur Leptons melalui percakapan sederhana. Fitur percakapan ini tentunya dilatih menggunakan machine learning. Fitur lainnya yang dimiliki Leptons versi sekarang yaitu versi 0.1 Beta adalah kutipan, berita, cuaca, searching, dan url shortener.

Cara kerja Line Bot Leptons

Terdapat empat komponen utama yang digunakan oleh Leptons yaitu Line Bot, dua server menggunakan Heroku, dan sebuah service API.AI.

Awalnya data berupa string dari chat LINE dikirim ke Leptons. Kemudian data chat tersebut dikirim ke server I. Pada server I data chat diterima dan dioper ke service. Teknologi service ini digunakan untuk pembelajaran dan inferensi Leptons. API.AI merupakan  natural language understanding platform yang dikembangkan oleh perusahaan Speaktoit yang sekarang telah diakuisisi oleh google. Service kemudian mengeluarkan sebuah action, yang dikirimkan ke server II. Server II bertugas untuk mengolah hasil service dan mengirimkan response output yang tepat.

Response output ini kemudian dikembalikan melalui service API.AI menuju ke server I. Di server I, response data kemudian dibungkus  menggunakan API Line Messaging. Setelah siap, data response data  tersebut dikembalikan ke bot untuk memberikan balasan ke chat pengguna.

AI pada Leptons

Jadi bagaimana AI Leptons dikembangkan menggunakan API.AI?

Saat pertama dikembangkan, tim quarks membuat agen pada API.AI yang dinamakan Leptons. Kemudian didefinisikan setiap intent yang nanti akan menjadi fitur pada Bot Leptonscontohnya intent weather atau intent news. Setelah itu buat setiap action, atau bisa disebut output, dari setiap intent.

Training Leptons

Untuk pembelajarannya dilakukan training menggunakan data yang dimasukan oleh tim quarks sendiri. Contoh training yang dilakukan oleh tim quarks adalah training agar Leptons dapat membedakan nama dengan data berupa 1000 nama orang. General knowledge yang didapat oleh Leptons merupakan hasil scrapping dan Google knowledge graph API. Menurut tim quarks, hal yang perlu diperhatikan saat training salah satunya adalah pola data.

Pada default-nya semua intent meng-enabled-kan opsi machine learning. Dengan opsi ini Leptons dapat mengajari dirinya sendiri berbagai variasi pola untuk menentukan intent yang tepat dengan input data atau request data. Request data Leptons dan hasil intent-nya dapat diverifikasi benar atau tidak oleh tim quarks pada bagian training yang disediakan API.AI.

Inferensi Request Data Leptons

Saat input data atau bisa disebut juga request data dari Server I masuk, request akan diproses langsung oleh API yang telah disediakan API.AI. Output proses sesuai dengan intent yang telah didefinisikan pada agen Leptons. Request data yang menghasilkan intent seperti weather atau news akan menggunakan webhook untuk memanggil server II untuk mendapatkan data yang diperlukan contohnya data cuaca atau berita tertentu. Data ini dikirimkan oleh server II ke agen Leptons dalam bentuk string JSON. Output tersebut kemudian dikirimkan sebagai actionable data intent Leptons ke server I untuk dibungkus menggunakan API Line Messaging.

a769bab-API-AI_key-concepts
https://docs.api.ai/docs/key-concepts

The Future of Leptons

Masih banyak fitur yang akan muncul pada Leptons contohnya perhitungan matematika dasar, sport news, dan yang lainnya. Tim quarks juga mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengintegrasikan Leptons dengan basis data. Diharapkan dengan adanya basis data ini interaksi dengan pengguna dapat terasa lebih personal. Contoh penggunaan basis data ini adalah seperti penyimpanan nama panggilan Leptons oleh setiap pengguna dan nama pengguna itu sendiri.

Yang penasaran dengan bagaiman AI pada Leptons bekerja, bisa langsung chatting dengan smart personal assistant Leptons. Caranya dengan meng-add friend @iep4448p pada LINE atau klik link ini. Semakin banyak orang yang berbicara dengan Leptonsmaka semakin pintar dia! Kunjungi juga development web Leptons di http://quarks-leptons.github.io

IMG_2126
by quarks, Leptons

Ternyata mengembangkan sebuah aplikasi dengan AI tidaklah begitu rumit. Banyak API diluar sana yang dapat digunakan dan dimanfaat seperti API.AI ini. Yang kita butuhkan adalah keinginan untuk mengeksplor teknologi yang ada secara mandiri.

Article written by: Medinfo HMIF (Also thanks to team quarks)

No comments yet

Leave a Comment