Membuktikan Kebenaran Dengan Hoax Analyzer!

Di era teknologi ini, menyebarkan informasi menjadi hal yang sangat mudah dilakukan. Tinggal sekali klik, info tersebut langsung menyebar ke seluruh jagat raya. Hal ini menghasilkan banyak manfaat dan kerugian. Salah satu kerugian yang paling sangat membuat gerah sekarang adalah penyebaran berita hoax. Berita ini membuat banyak perpecahan antar golongan di media sosial.

Seperti pepatah Ibu Kartini, setelah gelap terbitlah terang. Tiga orang mahasiswa dari HMIF, Adinda Budi Kusuma Putra (STI 2013), Tifani Warnita (IF 2013),  dan Feryandi Nurdiantoro (IF 2013) telah mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat membantu masyarakat dalam menyaring informasi secara praktis bernama Hoax Analyzer.

Lahirnya Ide Hoax Analyzer

Lahirnya aplikasi Hoax Analyzer dimulai dari Lomba Imagine CUP. Pada lomba ini, mereka menamakan diri sebagai CIMOL yang berasal dari gabungan kata kucing dan miko mall. Ide Hoax Analyzer muncul berdasarkan pengalaman pribadi yaitu menerima berita tentang Bom Sarinah ketika acara HMIF Goes Out 2015 yang ternyata merupakan berita tidak benar. Selain itu sering dilakukan kegiatan sharing berita di media sosial tanpa mengecek terlebih dahulu apa berita tersebut benar atau tidak. Untungnya juga, topik Tugas Akhir Tifani membicarakan tentang deteksi kebohongan yang tentunya akan sangat membantu dalam pengembangan aplikasi Hoax Analyzer.

Perjuangan CIMOL di Imagine CUP

Tim CIMOL sudah mengetahui informasi tentang Imagine CUP sejak liburan semester 7 2016. Tahap pertama dari Imagine CUP merupakan pengumpulan video. Pada tahap ini tim CIMOL mengaku belum membuat rancangan final dari Hoax Analyzer. Namun mereka cukup yakin bahwa ide mereka akan lolos dikarena pada saat itu penyebaran berita hoax merupakan sesuatu yang sangat diresahkan masyarakat. Menurut tim CIMOL, ide merupakan hal yang sangat penting pada Imagine CUP.

Pengumuman bahwa tim CIMOL lolos ke tahap berikutnya datang tepat 7 hari sebelum pengumpulan Tahap semi final Imagine CUP. Dari hari itu tim CIMOL langsung mulai mengembangkan aplikasi mereka bersama-sama sampai lewat tengah malam di restauran mie 24 jam. Untuk tahap berikutnya, Imagine CUP mengharuskan setiap tim untuk memiliki pembimbing. Tim CIMOL memilih Bu Ayu Purwarianti sebagai pembimbing mereka karena keahliannya dalam NLP.

Tahap semi final berhasil dilalui tim CIMOL yang menggaet urutan pertama, tim CIMOL pun berhasil lanjut ke tahap selanjutnya yaitu tahap final Imagine CUP Indonesia. Tahap Final diselenggarakan di America Pacific Place Mall tanggal 6 April 2017 dan tim CIMOL lagi-lagi berhasil mendapatkan urutan pertama dan tiket menuju Imagine CUP Asean di Manila mewakili Indonesia.

Pada tahap Imagine CUP Asean di Manila, tim CIMOL mengatakan bahwa venue yang digunakan sangatlah besar dan waktu presentasi jauh lebih banyak yaitu 20 menit sedangkan di Imagine CUP Indonesia hanya diberikan waktu 10 menit. Setelah presentasi dilakukan sesi tanya jawab. Tim CIMOL memberikan tips untuk hanya menampilkan segala hal yang benar-benar dipahami di presentasi sehingga seluruh pertanyaan dapat terjawab. Selesai tahap ini CIMOLpun berhasil lanjut ke Imagine CUP World Finals di seattle mewakili Asean.

Rancangan Awal Hoax Analyzer

Rancangan awal aplikasi Hoax Analyzer adalah pertama apliaksi akan menerima input kalimat dari user. Kemudian aplikasi akan mengambil seluruh artikel yang didapat dari hasil engine search input user. Setiap artikel akan dibuat kalsifikasi kata-kata penting. Setelah klasifikasi, kata-kata tesebut akan dicek fakatanya dengan search engine. Sayangnya setelah dicoba, rancangan ini memakan waktu yang sangat lama. Salah satu penyebabnya adalah anaphora resolution yang menghasilkan dependensi parser.

Rancangan Terbaru Hoax Analyzer

Setelah mendiskusikan rancangan cara kerja awal dengan Bu Ayu, Tim CIMOL dan Bu Ayu menghasilkan rancangan terbaru yang lebih efektif dan tidak memakan waktu lama. Pada rancangan terbaru ini aplikasi terlebih dahulu melakukan summarization terhadap setiap artikel yang didapat dari input user. Kemudian dilakukan peringakasan kembali namun berdasarkan kelas dari hasil summarization artikel. Berikutnya dari hasil peringkasan summary, aplikasi akan mencari dan memilih kata-kata yang penting dari kalimat. Kata-kata penting ini lalu akan dijadikan model.

Model yang dibangun akan dijadikan alat klasifikasi dengan part of speech postag. Terdapat 5 model (kelas kata) dimana tiap model ini memiliki perhitungan masing-masing contohnya jumlah kemunculan dan posisi. Setiap kata kemudian diberikan nilai. Diakhir, setiap artikel nantinya akan memiliki akumulasi nilai keseluruhan untuk menetukan apakah artikel tersebut setuju input user hoax atau tidak.

Output yang dikeluarkan oleh aplikasi Hoax Analyzer merupakan hasil dari voting hasil artikel, aktualitas dengan rule based, serta statistical based.

Sebenarnya penggunaan aplikasi Hoaz Analyzer ini hanyalah simplifikasi dari apa yang biasa orang lakukan untuk membuktikan apakah sebuah berita itu hoax atau tidak. Umumnya, untuk mengecek kebenaran sebuah berita, orang akan membaca berita tersebut terlebih dahulu dan menyimpulkan topik yang dibicarakan artikel tersebut, dimana pada aplikasi ini merupakan summarization dan pembuatan model untuk menentukan kata-kata penting. Setelah itu kita akan mencari topik itu dengan search engine dan menetapkan apakah berita tersebut hoax atau tidak dari hasilnya. Pada aplikasi Hoax Analyzer, tahap ini merupakan pemberian nilai artikel dan akumulasi untuk menentukan apakah input user hoax atau tidak.

Kakas dan Metode Untuk Membangun Hoax Anlayzer

Metode learning yang digunakan oleh hoax analyzer untuk menentukan kata-kata yang penting dari sebuah artikel adalah metode supervise learning yang digabung dengan Natural Language Processing. Sedangkan kakas yang digunakan adalah python sckit, NLTK, dan INANLP yang merupakan natural language toolkit untuk bahasa Indonesia yang dibuat oleh ITB.

Pada tahap Imagine CUP Asean, aplikasi dari setiap tim diharuskan untuk menggunakan Microsoft Azure dan Visual Studio. Tim CIMOL menggunakan dua kakas ini untuk membuat mobile apps dari Hoax Analyzer yang sebelumnya masih web based.

Search engine yang digunakan aplikasi Hoax Analyzer adalah bing dan duck duck go. Tim CIMOL tidak menggunakan google karena search engine google dapat mendeteksi bot.

Tim CIMOL juga diberikan server oleh ITB sebelum beralih ke Azure yang diberikan oleh pihak Microsoft setelah memenangkan tahap Final Imagine CUP Indonesia.

Pengembangan Berikutnya untuk Hoax Analyzer

Setelah dari Imagine CUP Asean di Manila, tim CIMOL mengatakan bahwa mereka mendapat banyak masukan dan rencana pengembangan Hoax Analyzer yang lebih baik untuk di Imagine CUP World Finals. Salah satunya pengembangan mobile app Hoax Analyzer, peningkatan akurasi, mengembangkan model baru untuk pemahaman konteks, dan query expansion.

Kesan dan Pesan Tim CIMOL

Menurut tim CIMOL Hoax Analyzer ini merupakan aplikasi yang mengubah hidup mereka. Dengan aplikasi ini Adinda, Tifani, dan Feryandi mendapatkan sorotan publik seperti diundang ke hitam putih dan diliput berbagai media massa. Selain itu mereka dapat wisata dan akomodasi gratis dari Imagine CUP ketika berkunjung ke Manila untuk tahap Asean Finals.

Tips dari tim CIMOL untuk massa HMIF adalah jangan takut untuk ikut lomba. Selain itu tim CIMOL menyarakan untuk ikut lomba pada tingkat 4 karena bekal yang sudah matang dan segi waktu yang lebih menguntungkan.

Tim CIMOL Goes to Imagine CUP World Finals at Seattle!

Hari ini, 23 Juli 2017 Tim CIMOL akan terbang ke Seattle untuk ikut Imagine CUP World Finals mewakili Asean. Ayo kita berikan dukungan terbesar kita dan semoga Tim CIMOL dapat membagakan nama Indonesia dikancah teknologi dunia! GO CIMOL!

Jangan lupa juga untuk kunjungi web Hoax Analyzer untuk melihat Hoax analyzer membuktika kebenaran!

Oleh: Medinfo

Ref: https://imagine.microsoft.com/en-us/country/details/id

No comments yet

Leave a Comment