Pokemon Go! Gebrakan Game Berteknologi Augmented Reality

Pokemon GO

Perkembangan teknologi membuat industri game pun turut berkembang. Game yang ada saat ini sudah jauh berbeda dari game-game yang beredar di akhir abad 20. Selain teknologi grafis, beberapa teknologi lainnya juga telah disematkan ke dalam game-game masa kini. Salah satu teknologi yang disematkan dalam game saat ini adalah teknologi Augmented Reality.

Augmented Reality atau biasa disingkat AR adalah sebuah teknologi yang diciptakan untuk membuat ilusi seolah-olah benda maya menyatu dengan lingkungan nyata dalam waktu yang bersamaan dan bersifat interaktif. Teknologi ini dapat diaplikasikan di berbagai bidang seperti kesehatan, militer, dunia hiburan, dan lain-lain.

Belakangan ini, dunia dihebohkan dengan dirilisnya game yang menggunakan teknologi AR yaitu Pokemon Go. Sebagai game yang popularitasnya melonjak drastis hanya dalam beberapa hari, Pokemon Go dapat dikatakan sebagai pemantik bagi developer game lainnya untuk menciptakan game serupa yang menggunakan teknologi AR. Teknologi AR memungkinkan pemain Pokemon Go untuk merasakan sensasi menangkap pokemon yang berbeda seolah-olah monster yang ditangkap memang nyata ada di hadapan kita.

Pokemon Go tidak hanya menggunakan teknologi AR. Teknologi lainnya yang disematkan dalam game ini yaitu teknologi GPS (Global Positioning System) yang terdapat di masing-masing device pengguna. Pokemon Go memanfaatkan data GPS tersebut untuk menentukan koordinat pemain, monster, dan lokasi-lokasi penting yang terdapat dalam game.

Sebenarnya, Pokemon Go bukanlah game pertama yang menggunakan teknologi AR. Sebelum Pokemon Go dirilis, terdapat game lain bernama Ingress yang menggunakan teknologi AR juga. Ingress dibesut oleh developer yang sama dengan Pokemon Go yaitu Niantic Labs. Namun, nasib Ingress berbeda jauh dengan Pokemon Go yang kini berhasil menjadi game berbasis AR mainstream pertama.

Dibalik kesuksesannya, Pokemon Go masih memiliki berbagai permasalahan. Niantic Labs selaku pembesut game Pokemon Go bahkan masih menunda peluncuran aplikasi tersebut di beberapa negara. Sepertinya hal tersebut diakibatkan oleh beban server yang membludak setiap harinya. Selain itu, di awal peluncurannya, Pokemon Go juga dikritik habis-habisan oleh para gamer yang menggunakan device berprosesor Intel. Akan tetapi, permasalahan tidak didukungnya device dengan prosesor Intel tersebut sudah dapat diatasi oleh Niantic Labs dengan merilis versi update dari Pokemon Go.

Tampilan antarmuka dari Pokemon Go sendiri tidak terlalu rumit. Pokemon Go merupakan sebuah game kasual yang sedikit menghadirkan aksi pertarungan dan tidak memiliki alur cerita yang mendalam seperti pada seri game Pokemon lainnya. Bahkan Pokemon Go memiliki nilai review yang rendah. Sejauh ini, game tersebut hanya memperoleh nilai rata-rata tiga dari lima bintang di iOs, nilai yang cukup rendah untuk sebuah game mobile.

Menurut situs teknologi Engadget, sebuah virtual reality development studio di Belanda yang bernama CapitolaVR berhasil mengembangkan Pokemon Go yang dapat dimainkan menggunakan Microsoft HoloLens. Dengan teknologi yang terdapat pada Microsoft HoloLens, sensasi mencari Pokemon akan terasa sangat berbeda. Pemain tidak perlu mengarahkan kamera HP-nya untuk mencari monster-monster yang ada, melainkan pemain hanya cukup menggunakan Microsoft HoloLens dan melihat ke sekeliling ruangan.

Dari sisi teknologi, kemungkinan terbaik, Pokemon Go akan menjadi salah satu game tersukses yang memanfaatkan teknologi AR dan akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Tetapi, kemungkinan terburuknya, Pokemon Go hanya akan menjadi batu loncatan bagi karya berbasis AR lainnya di masa depan. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan teknologi AR ini.

 

(Artikel ini merupakan hasil terjemahan dan modifikasi dari artikel berbahasa Inggris yang ditulis oleh Terence Lee di TechInAsia pada 10 Juli 2016 pukul 14.22. Diedit oleh Medinfo HMIF ITB)

Sumber :

https://www.techinasia.com/pokemon-go-augmented-reality

https://www.engadget.com/2016/07/15/pokemon-go-gets-in-your-face-with-an-unofficial-hololens-demo/

No comments yet

Leave a Comment